Jumat, 08 April 2011

Kekar, Sesar, Lipatan


2.1    Kekar (Joint)
Kekar adalah suatu retakan pada batuan yang tidak/belum mengalami pergerakan.
Kekar dapat menjadi tempat tersimpannya sumber mineral industri tertentu, atau sebagai jalan bagi aliran air tanah.
Kekar dapat terbentuk sebagai:
1.    Kekar pengkerutan, disebabkan oleh gaya pengkerutan yang timbul karena pendinginan atau pengeringan, biasanya berbentuk poligonal yang memanjang.
2.    Kekar lembaran, sekumpulan kekar yang sejajar dengan permukaan tanah, terutama pada batuan beku. Terbentuk karena hilangnya beban di atasnya.
3.    Kekar tektonik, terbentuk karena proses tektonik, atau gaya-gaya akibat pergerakan permukaan bumi.
a. Berdasarkan genesanya
1.    Kekar gerus:     kekar yang terbentuk oleh gaya kompresi. Biasanya berpasangan, pada breksi memotong fragmen, bidang kekar lurus dan rata. Batuan akan menjadi terkoyak atau menjadi rapuh.
2.    Kekar tarik :     terbentuk oleh gaya tarik. Biasanya tidak berpasangan, tiak memotong fragmen pada breksi, bidang kekar biasanya tidak lurus dan tidak rata. Batuan menjadi terbuka
b. Kedudukan terhadap bidang lain
1.    Dip joint, Jurusnya relatif sejajar dengan arah kemiringan lapisan batuan
2.    Strike joint, Jurusnya sejajar dengan arah kemiringan lapisan batuan
3.    Bedding joint, Bidangnya sejajar dengan bidang perlapisan batuan di sekitarnya
4.    Diagonal joint, Jurusnya memotong miring bidang perlapisan batuan sekitarnya
2.2    Sesar/Patahan (Fault)
Adalah kekar/retakan batuan yang telah mengalami perpindahan atau pergeseran.
Beberapa bukti adanya sesar adalah:
·   Cermin sesar dan gores garis
·   Pergeseran bidang pelapisan batuan, urat, dsb.
·   Zona hancuran atau breksiasi
·   Perulangan lapisan yang sama
·   Hilangnya lapisan yang seharusnya ada (disebut hiatus)
·   Bukti-bukti fisiografi, misalnya kelurusan sungai, gawir sesar, dsb.
Macam-macam Sesar :
1. Berdasarkan Gerak Hanging Wall Terhadap Foot Wall
a.    Sesar Turun/Normal = cirinya adalah adanya pemanjangan, ada lapisan hilang
b.    Sesar Naik = cirinya adanya pemendekan, ada lapisan yang menumpuk
2. Berdasarkan Ada Tidaknya Gerakan Rotasi
a.    Sesar Translasi, Masing-masing blok tidak ada gerak rotasi. Garis yang sejajar dengan blok lain tetap sejajar.
b.    Sesar Rotasi, Terdapat gerak rotasi antara blok yang satu dengan yang lainnya. Ada titik yang tidak mengalami pergeseran.
3. Berdasarkan Rake Net Slip
a.    Strike Slip Fault : Arah gerakan sejajar bidang sesar
b.    Dip Slip Fault : Arah gerakan tegak lurus bidang sesar
c.    Diagonal Fault
4. Berdasarkan Pergerakan Sesar
a.    Stick slip (tidak kontinyu), Sesar yang bergerak secara tiba-tiba dengan menyimpan energi besar seperti ini menyebabkan terjadinya gempa bumi.
b.    Stable sliding (kontinyu), Disebabkan oleh adanya fluida yang menyebabkan gerakan terus berlangsung.
       Secara umum bentang alam yang dikontrol oleh struktur patahan sulit untuk menentukan jenis patahannya secara langsung. Untuk itu, dalam hal ini hanya akan diberikan ciri umum dari kenampakan morfologi bentang alam struktural patahan, yaitu :
a.    Beda tinggi yang menyolok pada daerah yang sempit.
b.    Mempunyai resistensi terhadap erosi yang sangat berbeda pada posisi/elevasi yang hampir sama.
c.    Adanya kenampakan dataran/depresi yang sempit memanjang.
d.   Dijumpai sistem gawir yang lurus(pola kontur yang lurus dan rapat).
e.    Adanya batas yang curam antara perbukitan/ pegunungan dengan dataran yang rendah.
f.     Adanya kelurusan sungai melalui zona patahan, dan membelok tiba-tiba dan menyimpang dari arah umum.
g.    Sering dijumpai(kelurusan) mata air pada bagian yang naik/terangkat
h.    Pola penyaluran yang umum dijumpai berupa rectangular, trellis, concorted serta modifikasi ketiganya.
i.      Adanya penjajaran triangular facet pada gawir yang lurus.

2.3    Lipatan (Fold)
Adalah permukaan pada batuan, baik dalam batuan sedimen maupun batuan metamorf. Bila penekukan membentuk busur, dinamakan antiklin. Jika berbentuk palung disebut sinklin.
Lipatan terjadi karena adanya lapisan kulit bumi yang mengalami gaya kompresi (gaya tekan). Pada suatu lipatan yang sederhana, bagian punggungan disebut dengan antiklin, sedangkan bagian lembah disebut sinklin.
Unsur-unsur yang terdapat pada struktur ini dapat diketahui dengan menafsirkan kedudukan lapisan batuannya. Kedudukan lapisan batuan(dalam hal ini arah kemiringan lapisan batuan) pada peta topografi, akan berlawanan arah dengan bagian garis kontur.

a.       Antiklin Dan Sinklin
       Pada prinsipnya penafsiran pada kedua struktur ini berdasarkan atas kenampakan fore slope/antidip slope dan back slope/dipslope yang terdapat secara berpasangan. Bila antidip slope saling berhadapan (infacing scarp), maka terbentuk lembah antiklin, sedangkan apabila yang saling berhadapan adalah back slope/dipslope, disebut lembah sinklin.
b.      Lipatan Tertutup
·      Kubah, Bentang alam ini mempunyai ciri-ciri kenampakan sebagai berikut :
1. Kedudukan lapisan miring ke arah luar (fore slope ke arah dalam).
2. Mempunyai pola kontur tertutup
3. Pola penyaluran radier dan berupa bukit cembung pada stadia muda
4. Pada stadia dewasa berbentuk lembah kubah dengan pola penyaluran annular.
·      Cekungan, Bentang alam ini mempunyai kenampakan sebagai berikut :
1. Kedudukan lapisan miring ke dalam (back slope ke arah dalam)
2. Mempunyai pola kontur tertutup
3. Pada stadia muda pola penyalurannya annular.
GENESA
3.1    Sesar
            Dari kenampakan outcrop, ada pergeseran tubuh batuan. Hal ini biasanya, termasuk sesar normal, apabia ada lapisan batuan yang tiba-tiba menghilang. Sedangkan untuk  sesar naik atau thrust fault biasanya ada perulangan lapisan. Secara umum, zona sesar itu biasanya tidak nampak jelas, karena ada struktur dilokasi tersebut, yang menandakan bahwa dia termasuk zona lemah.
            Penciri yg umum itu intensitas kekar gerus dan kekar tarik makin intensif, batuannya semakin hancur, dan kalau kita menemukan 'breksi kataklastika' di lapangan, tidak  jauh dari lokasi tersebut bisa dipastikan ada sesar.
Pada Peta Topografi sendiri, kenampakan sesar umumnya ditunjukan oleh adanya pola kontur rapat yang menerus lurus, kelurusan sungai dan perbukitan, ataupun pergeseran, dan pembelokan perbukitan atau sungai, dan pola aliran sungai parallel dan rectangular.
3.2    Kekar
     Untuk Kekar Gerus dilapangan biasanya berpasangan (sistematis), dan rekahannya licin dikarenakan terbentuk terbentuk dari gaya kompresi, sempit.
     Untuk Kekar Tarik, biasan dilapangan biasanya sendirian (non sistematis) dikarenakan terbentuk dari gaya tensional/tarikan maka rekahannya agak lebar, dan permukaannya kasar.
     Untuk Kekar Pengerutan, terbentuk akibat proses fisika, dikarenakan pelapukan. Dilapangan kekar ini bisa berpasangan, bisa sendiri, tapi yang paling penting, dia rekahannya hanya dipermukaan.
     Untuk Kekar Kolom, Kekar ini termasuk struktur primer. Pembentukan disebabkan karena lelehan magma, Dilapangan sendiri paling gampang keliatan, bila ada intrusi basa, hingga intermediet.
Pada Peta Topografi sendiri, kenampakan kekar umumnya dicirikan oleh pola aliran sungai rektangular, dan kelurusan-kelurusan sungai dan bukit.

3.3    Lipatan
     Dari singkapan sendiri sudah kenampakannya, tapi harus dalam skala besar, dan pengukuran strike/dip yang valid. Lipatan itu sendiri dalam dua sayapnya, dip nya saling berlawanan. Adanya lipatan, bisa dipastikan kekar dan sesar mengikuti.
     Pada Peta Topografi sendiri, kenampakan lipatan umumnya ditunjukan oleh pola aliran sungai trellis atau parallel, dan adanya bentuk-bentuk dip-slope yaitu suatu kontur yang rapat dibagian depan yang merenggang makin kearah belakang. Jika setiap bentuk dip-slope ini diinterpretasikan untuk seluruh peta, muka sumbu-sumbu lipatan akan dapat diinterpretasikan kemudian. Pola dip-slope seperti ini mempunyai beberapa istilah yang mengacu pada kemiringan perlapisannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar